Perlu Dilestarikan, Hewan Endemik ini Hidup Hutan Batang Toru

Batang Toru merupakan sebuah kecamatan yang berada di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Luas hutan di wilayah batang Toru berdasarkan citra satelit tercatat seluas 133.841 hektar. Hutan ini terbagi dalam dua blok wilayah, yaitu blok barat dan blok timur. Blok barat merupakan blok dengan luas 78.891 hektar, sedangkan blok timur merupakan blok dengan luas 54.950 hektar. Hutan Batang Toru merupakan hutan yang memiliki keragaman hayati yang tinggi. Konservasi alam batang toru perlu ditingkatkan karena di wilayah ini terdapat salah satu hewan endemik langka yang keberadaannya sudah hampir terancam kepunahan. Hewan langka tersebut adalah orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Hewan Endemik yang Hidup di Hutan Batang Toru

Orangutan Tapanuli yang memiliki nama ilmiah Pongo tapanuliensis merupakan salah satu hewan endemik yang hanya terdapat di Hutan batang Toru, Tapanuli, Sumatera Utara. Orangutan Tapanuli  merupakan spesies baru yang ditemukan di Hutan Batang Toru yang masih terisolir. Orangutan ini merupakan spesies satu-satunya di dunia, dan sekarang terancam kepunahan karena berbagai faktor ancaman, khususnya ancaman yang berasal dari manusia. Menurut penelitian, hewan endemik yang satu ini memiliki perbedaan dengan spesies orangutan yang tinggal di Kalimantan dan Sumatera. Sehingga dikelompokkan tersendiri dan merupakan spesies yang tidak sama dengan orangutan Kalimantan dan orangutan Sumatera.

Ancaman yang Dapat Mengancam Kelestarian Hutan

Ancaman yang paling nyata terancam punahnya spesies orangutan Tapanuli adalah kerusakan hutan yang disebabkan manusia, yang dikarenakan alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan tempat tinggal, pembalakan liar hutan, dan perburuan liar yang dilakukan demi keuntungan pribadi. Maka dari itu penting untuk selalu memerhatikan Konservasi alam batang toru

Hutan Batang Toru yang berfungsi untuk melindungi hewan endemik ini perlu dijaga kelestariannya. Tujuannya adalah agar tidak mengancam kehidupan Orangutan dan semua makhluk hidup yang tinggal di dalam nya. Karena menurut hasil riset yang diterbitkan di jurnal Current Biology, mengungkapkan bahwa populasi orangutan ini hanya tersisa 800 ekor, sehingga menjadikannya sebagai spesies orangutan yang kelangsungan hidupnya paling terancam dan sangat mengkhawatirkan.  Alasan lainnya adakah karena hutan ini juga menjadi rumah bagi banyak tanaman langka endemik hutan batang Toru. Agar kondisi hutan tetap terjaga, sudah sepantasnya pemerintah mulai memerhatikan tentang konservasi alam batang toru.